Laman NU ANYAR

Tampilkan postingan dengan label suara rakyat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suara rakyat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Agustus 2010

ini bom yang ada di rumah anda ,,,,






pemmerintah yang tak profesional

Benarkah Rp 1.000 Jadi Rp 1?


Benarkah Rp 1.000 Jadi Rp 1?


Jakarta - Pernahkan anda membayangkan untuk menerima gaji sebesar Rp 1.500 per bulan? Ya, kemungkinan besar hal tersebut akan terjadi kira-kira 5 tahun kedepan jika saat ini gaji anda sebesar Rp 1,5 juta.

Pasalnya, Bank Indonesia (BI) tengah melakukan pembahasan internal untuk dapat melakukan redenominasi. Redenominasi yaitu pengurangan nilai pecahan tanpa mengurangi nilai dari uang tersebut. Kasarnya, angka nol dalam sebuah pecahan akan dikurangi, jika dikurangi 3 angka nol maka Rp 1.000.000 akan menjadi Rp 1.000.

"Redenominasi itu prosesnya akan dibicarakan dulu dengan pemerintah dan presiden dan harus melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) baru kita sosialisasikan," ujar Gubernur Bank Indonesia terpilih Darmin Nasution di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Sabtu (31/07/2010).

Darmin menuturkan, pihaknya akan segera menyampaikan hasil final pembahasan internal kepada pemerintah di tahun 2010. "Belum bisa diputuskan sekarang berapa angka nol yang dikurangi apakah 3 atau 4 namun hasil pembahasan akan diusahakan disampaikan ke pemerintah tahun 2010 ini," jelas Darmin.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia S Budi Rochadi mengatakan, dalam melakukan redenominasi membutuhkan waktu antara empat sampai lima tahun.

"Prosesnya tidak singkat, harus membutuhkan 4 sampai 5 tahun," katanya.

Menurut Budi, diperlukan adanya penarikan uang secara bertahap yang beredar di masyarakat. Seperti diketahu uang pecahan Indonesia yang terbesar saat ini Rp 100.000.

Uang rupiah saat ini tercatat mempunyai pecahan terbesar kedua di dunia, terbesar pertama adalah mata uang Vietnam yang mencetak 500.000 Dong. Namun tidak memperhitungkan negara Zimbabwe, negara tersebut pernah mencetak 100 miliar dollar Zimbabwe dalam satu lembar mata uang.

Budi menuturkan, untuk bisa melakukan penyederhanaan satuan uang tersebut membutuhkan sejumlah persyaratan. Setidaknya ada tiga syarat yang mutlak dipenuhi yaitu kondisi perekonomian yang stabil, inflasi rendah dan stabil, serta adanya jaminan stabilitas harga.

"Hal yang paling sulit dilakukan dengan cepat dan mudah adalah sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa," tukasnya. (dru/ang)

Selasa, 29 Juni 2010

derita rakyat kecil

Kasihan, Bocah 8 Tahun Setiap Hari Bawa 6 Cobek
Posted Mon, 06/28/2010 - 17:21 by cara membuat au...
Wawan (8), tampak duduk di trotoar Jalan RE Martadinata. Di depannya, terlihat sebuah tanggungan berisi beberapa cobek.


Ada sekitar 4 sampai 6 cobek di tanggungan tersebut. Siswa kelas 4 SD Padalarang itu tampak letih. Tetesan keringat terlihat mengucur di dahi kecilnya.

Wawan adalah satu dari sekian banyak anak di bawah umur di Kota Bandung yang menjajakan cobek. Biasanya, mereka tersebar di sejumlah perempatan jalan. Namun, kebanyakan bocah-bocah itu biasa mangkal di Jalan RE Martadinata dan Cilaki lantaran kawasan tersebut termasuk salah satu pusat kota di Bandung.

Setiap ada kendaraan berhenti di perempatan jalan, mereka biasanya berlari menghampiri. Beberapa pengemudi terlihat iba dan memberi mereka uang. Namun, ada pula pengemudi yang cuek.

"Biasanya yang beli tidak banyak. Paling hanya satu sampai dua orang. Kebanyakan mereka malah ngasih uang,” kata Wawan saat berbagi kisah dengan okezone.

Wawan sendiri tidak mematok harga satuan cobek yang dijualnya. Namun, saat ditanya harganya, ia menjawab antara Rp15 sampai 20 ribu. Ya terserah. Mau 15 ribu mangga, 20 ribu juga mangga (Rp15 ribu silakan, 20 ribu juga silakan), kata Wawan.

Anak keempat dari 6 bersaudara ini mengatakan, dalam sehari ia bisa mendapatkan uang Rp30 sampai 50 ribu. Namun, kata dia, kebanyakan uang itu diperoleh bukan dari hasil penjualan cobeknya, melainkan pemberian orang yang lewat.

Yang ngasih duit tapi gak beli cobek juga banyak. Ada yang cuma ngasih Rp1.000, ada juga yang sampai Rp10 ribuan, kata Wawan.

Biasanya, kata Wawan, mereka bekerja dari Senin sampai Jumat. Aktivitasnya, lanjut dia, dimulai sekitar pukul 14.00 sampai 22.00 WIB. Pembeli biasanya cukup banyak menjelang Magrib sampai pukul 19.00 WIB. “Kalau sore bisa dapat dua kali lipat dari siang,” pungkas Wawan seraya menambahkan, penghasilannya tersebut disimpan untuk uang sekolah.